... Sebaliknya, penulis seharusnya juga menjadi pemasar bagi bukunya sendiri karena sebenarnya penulis juga seniman. Penulis yang kreatif akan menjadikan bukunya sebagai produk yang baginya harus bisa laku di pasaran. Meskipun pada dasarnya buku adalah bukan barang komersial, tetapi memandang buku sebagai sebuah produk berilmu yang pelu dipasarkan adalah sebuah hal yang perlu dilakukan saat ini.
Menjadi penulis sukses bukan berarti tidak ada hambatan.Menurut Radith, hambatan bukan hanya dari industri buku, melainkan juga dari hal-hal yang sifatnya diagonal. Artinya, lawan dari industri buku bisa jadi bukan industri buku lain tapi industri lain yang sebenarnya tidak berhubungan sama sekali seperti hiburan (entertainment), makanan, dan lain-lain. Sebagai contoh, bila ada anak muda memiliki uang 50.000 rupiah, belum tentu ia akan membelanjakannya untuk buku. Bisa jadi uang itu digunakan untuk menonton film di bioskop atau membeli makanan cepat saji. Dan yang jelas, buku bukan pilihan utama.
Bagi Radith hal ini memang sudah lazim. Yang perlu dilakukan adalah terus berkreasi dan bertindak kreatif. Baginya, kompetisi yang ada adalah kunci untuk berinovasi. Tekanan kompetitor bisa menjadi motivasi untuk terus memberikan ide-ide baru dan menggali kemampuan. (Wikipedia tentang Raditya Dhika, penulis buku best seller Kambing Jantan.)
Jualan buku beda dengan jualan tumpukan kertas. Karena untuk menulis buku harus research dokumentasi yang panjang: kliping, buku, perpustakaan, search website, eksperimentasi dan untuk itu bukan sesuatu yang murah baik secara ekonomis maupun sosial (waktu, perhatian, dan lain-lain). (Agus M. Irkham, praktisi perbukuan Indonesia)
Saat Anda menjual buku kepada seseorang, Anda tidak menjual kepadanya 12 ons kertas, tinta, dan lem--Anda menawarkan suatu kehidupan yang sama sekali baru -CHRISTOPHER MORLEY-