Selasa, 08 Maret 2011

Mengapa Orang Masih Suka Sekolah Padahal Wacana Deschooling Terus Bermunculan?

Mas Agus Irkham mengajukan sebuah pertanyaan: Wacana deschooling terus bermunculan. Tapi yang berlangsung kemudian, bukan orang enggan bersekolah, sebaliknya. Semakin banyak orang yang merasa wajib sekolah. Gejala apa ini? Apa pasal? Bisa kasih jawaban?

Jawaban saya: @Mas Agus M. Irkham: Wacana tentang sekolah jauh lebih banyak dibanding wacana deschooling. Dan menurut hemat saya yang sudah mempraktekkan deschooling, sedikit lebih baik daripada tidak ada sama sekali... Juga, mayoritas belum tentu yang benar dan minoritas belum tentu keliru. Al-Qur'an seringkali menyebut "KEBANYAKAN dari mereka adalah orang-orang yang sesat". Dan minoritas, asalkan kuat dan bekerja keras dua kali lipat dibanding mayoritas, bisa membalikkan keadaan, demikian perkataan Zinedine Zidane... demikian pula pengalaman Nabi Muhammad, Yesus, Paulus, Walisongo, dst.

Belum lagi, setiap orang Insya Allah tidak akan sekolah terus seumur hidupnya--selama apapun dia sekolah. Mereka pasti akan menghadapi dunia nyata yang sesungguhnya. Paling sekolah itu berapa tahun sih? Memang ada yang menyelesaikannya sampai sarjana, S2, S3... Tapi sesungguhnya adalah hak setiap manusia untuk berhenti karena mengejar pencapaian di luar sekolah. Lihat saja, Pele, pesepakbola terbesar sepanjang masa--dia keluar sekolah pada saat kelas empat SD. Saya tantang sekarang: adakah sarjana atau profesor sekalipun yang kemampuan bermain bolanya dapat menandingi Pele???
Lalu, Agatha Christie, penulis wanita yang penjualan bukunya paling banyak sepanjang masa, bahkan belum pernah sekolah sama sekali. Adakah seorang sarjana atau profesor satu saja yang mampu menandingi penjualan buku sebanyak 2 Milyar dari seorang Agatha Christie? Saya belum menyebut Edison yang merupakan penemu terbesar sepanjang masa, hanya sekolah tiga bulan saja seumur hidupnya. Lalu Pramoedya Ananta Toer, seorang novelis Indonesia, SMP aja nggak tamat. Tapi apakah ada orang Indonesia yang pernah dinominasikan nobel 22 kali sebagaimana Pram??? Ternyata tidak ada. Saya belum menyebutkan Nabi dan Rasul yang adalah sebaik-baik manusia ... http://izzaahsansidqi.blogspot.com/2011/02/buku-best-seller-no-excuse-mendukung.html
Jika masih ada yang ingin diketahui mengenai deschooling, homeschooling, pendidikan luar sekolah, perusahaan sebagai tempat belajar paling baik, silakan dipelajari sendiri sebagaimana saya juga belajar sendiri.

Marconi, penemu radio, ternyata belajar di rumah.
Penemu telepon, Alexander Graham Bell, juga homeschooling.
Penemu pesawat ternyata sampai SMA saja...........................................