Tulisan di bawah ini merupakan tanggapan saya terhadap beberapa komentar dari anggota grup Dunia Tanpa Sekolah Facebook.
Walau zaman sekarang orang-orang semuanya merasa sekolah merupakan satu-satunya jalan menuju kehebatan dan kesuksesan banyak juga lo manusia yang terbukti jadi begitu hebat tanpa sekolah. Misalnya Edison--ilmuwan terbesar sepanjang masa ini dididik sendiri oleh ibunya dan cuma sekolah tiga bulan. Manusia-manusia paling berpengaruh sepanjang sejarah seperti Muhammad, Yesus, Buddha, bahkan nggak pernah sekolah sama sekali. http://izzaahsansidqi.blogspot.com/2011/02/buku-best-seller-no-excuse-mendukung.html
Ada komentar yang mengatakan Homeschooling itu adalah sekolah. Tanggapan saya,
Dan Homeschooling bukanlah sekolah dan sekolah bukan Homeschooling. Memang ada persamaannya sih tapi tetap saja Homeschooling bukanlah sekolah dan sekolah bukanlah Homeschooling. Misalnya saja bumi itu bulat dan bulan juga bulat tetapi apakah bumi adalah bulan dan bulan adalah bumi??? Pesantren Gontor juga memiliki banyak kesamaan dengan sekolah misalnya mengajari ilmu umum kepada santrinya tetapi tetap saja pesantren bukan sekolah dan sekolah bukan pesantren.
Saya sempat sharing di grup tersebut mengenai: Lawrence Ellison yang menyarankan para mahasiswa untuk segera keluar dari universitas kalau ingin sukses jadi pengusaha. Mengenai: Purdi E Chandra yang mengatakan, "Kalau mau kaya ngapain sekolah?", dan Bob Sadino yang tanpa ragu mengatakan, "SEKOLAH ITU RACUN!" Tentu saja ada yang sangat kesal dengan provokasi ini dan menyatakan Ellison, Purdi, dan Bob itu orang sombong dan naif. Maka saya merasa harus menjawabnya: Menurut Prof. Dr. Didik J. Rachbini, orang seperti Lawrence Ellison, Purdi E Chandra, dan Bob Sadino adalah "golongan entrepreneur" yang sangat langka dan terkadang memang ide-ide mereka menabrak pakem yang ada. Tak jarang, golongan mayoritas menyebut mereka sombong, naif, dan bahkan gila... barangkali pendapat semacam itu muncul karena fanatisme terhadap lembaga sekolah dan bukan karena alasan yang rasional sebagaimana yang terhormat bapak Prof. Didik.
Minggu, 27 Februari 2011
Minggu, 13 Februari 2011
Buku Best Seller No Excuse! Memperkuat Pendapatku
Di halaman 254, tertulis sebagai berikut:
Kesalahan besar tentang kita terhadap pendidikan adalah, kita selalu mengidentikkan pendidikan dengan sekolah dan kuliah. Pandangan ini membuat kita menganggap orang yang sekolahnya tinggi maka pendidikan dan tingkat intelektualitasnya tinggi sebaliknya kalau sekolahnya rendah maka pendidikan dan intelektualitasnya rendah.
Orang yang mempunyai sudut pandang seperti ini sebenarnya tanpa sadar menghina nabi-nabi dan para pembangun peradaban di masa lalu. Tokoh besar di masa lalu tidak kenal sekolah, bahkan merekalah yang mendirikan atau menemukan sekolah. Banyak juga di antara tokoh besar di masa lalu tidak bisa baca tulis.
Lalu apakah mereka tidak berpendidikan atau tidak intelek?
Pendidikan dan ilmu sebenarnya bersifat universal, kita bisa belajar kapan saja, di mana saja.
Kesalahan besar tentang kita terhadap pendidikan adalah, kita selalu mengidentikkan pendidikan dengan sekolah dan kuliah. Pandangan ini membuat kita menganggap orang yang sekolahnya tinggi maka pendidikan dan tingkat intelektualitasnya tinggi sebaliknya kalau sekolahnya rendah maka pendidikan dan intelektualitasnya rendah.
Orang yang mempunyai sudut pandang seperti ini sebenarnya tanpa sadar menghina nabi-nabi dan para pembangun peradaban di masa lalu. Tokoh besar di masa lalu tidak kenal sekolah, bahkan merekalah yang mendirikan atau menemukan sekolah. Banyak juga di antara tokoh besar di masa lalu tidak bisa baca tulis.
Lalu apakah mereka tidak berpendidikan atau tidak intelek?
Pendidikan dan ilmu sebenarnya bersifat universal, kita bisa belajar kapan saja, di mana saja.
Langganan:
Postingan (Atom)
