Budaya pop menjadikan cinta seolah-olah hanya kepada lawan jenis saja. Padahal sesungguhnya, makna cinta lebih dalam dan lebih luas daripada itu. Aku kasih beberapa contoh:
Isaac Newton tak pernah menikah. Dia mengatakan lebih baik mati saja daripada menikah. Tapi jangan katakan Newton tidak punya cinta. Newton amat mencintai fisika dan matematika. Perasaan cintanya yang begitu mendalamlah yang mengantarnya menemukan banyak teori penting--termasuk tentang gravitasi. Dia pun diakui sebagai salah satu ilmuwan paling berpengaruh sepanjang sejarah.
Ratu Elizabeth I sangat mencintai negaranya. Bahkan dia pernah berkata, "Aku telah menikah dengan Inggris." Dan dengan rasa cinta itu pula, kerajaan Inggris dibawanya menuju puncak kejayaan. Sekadar catatan, Ratu Elizabeth 1 sering dijuluki Virgin Queen (karena tak pernah menikah. Anda pasti paham maksud saya).
Cinta pada ilmu. Cinta pada negara. Juga cinta pada pekerjaan, yang membuat Thomas Alfa Edison hanya tidur 4 jam sehari karena saking sibuknya menyelesaikan proyek penemuannya. Jangan menyangka Edison merasa terbebani. Karena cinta juga membuat segalanya jadi ringan.
Bahkan cinta kepada musuh. Ya, cinta kepada musuh. Kalian tidak salah baca. Yesus, yang menurut banyak pihak merupakan "most Influential People in World History" pernah bersabda, "Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." Mungkin orang yang berpikir linier mengatakan itu tidak mungkin. Tapi Yesus tidak hanya mengatakannya. Dia juga melakukan itu. Terbukti Yesus mendoakan kebaikan bagi orang-orang yang menganiaya dirinya. "Tuhanku, ampunilah mereka karena sesungguhnya mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Hal yang sama dilakukan juga oleh Nabi Muhammad Saw kepada musuhnya yaitu kaum Quraisy; Nabi Yusuf terhadap saudara-saudara yang pernah begitu benci dan dengki. Mereka semua memaafkan (kalau tidak boleh dikatakan mencintai) musuh-musuhnya. Dan dikarenakan itu, kedudukan mereka di surga dan di sisi Allah sangatlah tinggi. Benarlah sabda Yesus, "Jika kamu hanya mengasihi sesamamu saja, apakah upahmu?"
Yang paling dalam... adalah cinta kepada Tuhan.
Rabi'ah Al-Adawiyah, seorang tokoh sufi wanita yang besar, mengatakan, "Akan aku padamkan neraka, akan aku bakar surga, supaya hamba-hamba-Mu menyembah Engkau hanya karena cinta." Profesor Dumbledore, guru Harry Potter ikut nimbrung, "Kekuatan terbesar di dunia ini adalah cinta." Buktinya, jika menyembah Allah dengat ketaatan buta belaka, Ibrahim As tidak akan bersedia menyembelih putra yang paling disayanginya, Ismail As. Pasti juga karena cinta kepada Tuhannya. Dan memang begitulah seharusnya, cinta kita kepada Tuhan melebihi kecintaan kita terhadap apapun di dunia ini. Dan hanya karena Dia-lah kita mencintai.
Lalu apakah cinta itu? Cinta itu, sama seperti segala macam rasa (pahit, asin, manis). Daripada kuterangkan, lebih baik dirasakan sendiri oleh setiap pribadi. Walaupun aku tak bisa menjamin, setiap orang akan menemukan makna atau merasakan cinta yang sejati.
Senin, 16 Mei 2011
Senin, 09 Mei 2011
Status Muhammad Amin
Saya tidak kenal Muhammad Amin. Namun saya mengikuti status-status facebook yang ditulisnya. Sumpah bikin aku ketawa ketiwi sendiri. Satu kata, "kontroversial". Beberapa waktu yang lalu dia tulis status seperti ini.
"Jaman sdh berubah,sistem pendidikan pun hrss berubah.Pendidikan dasar bermain,membaca,menulis dan berpikir kritis harus sudah selesai 6 tahun semasa SD. Setelah itu persiapan universitas & pendidikan kejuruan.Yg kejuruan bs langsung menjadi teknikus. Yg social science bs belajar dr internet. Umur 18 org sdh siap bekerja sesuai dng keahliannya masing2. Yg tidak menyesuaikan kemajuan jaman akan tergilas peradaban."
"Pendidikan di Indonesia harus efektif dan efisien. Anggaran pendidikan cm 10% APBN, dng hasil maksimal. SMP dan SMA dibubarkan, diganti dng pendidikan internet. BOS digunakan untuk infrastruktur internet gratis seluruh Indonesia. Guru dan PNS dikurangi, diganti dng tutor internet profesional. Universitas selain teknik & kedokteran jg dibubarkan dan diganti dng forum diskusi."
HAHAHA... jika tertarik dengan sosok Muhammad Amin klik disini.
"Jaman sdh berubah,sistem pendidikan pun hrss berubah.Pendidikan dasar bermain,membaca,menulis dan berpikir kritis harus sudah selesai 6 tahun semasa SD. Setelah itu persiapan universitas & pendidikan kejuruan.Yg kejuruan bs langsung menjadi teknikus. Yg social science bs belajar dr internet. Umur 18 org sdh siap bekerja sesuai dng keahliannya masing2. Yg tidak menyesuaikan kemajuan jaman akan tergilas peradaban."
"Pendidikan di Indonesia harus efektif dan efisien. Anggaran pendidikan cm 10% APBN, dng hasil maksimal. SMP dan SMA dibubarkan, diganti dng pendidikan internet. BOS digunakan untuk infrastruktur internet gratis seluruh Indonesia. Guru dan PNS dikurangi, diganti dng tutor internet profesional. Universitas selain teknik & kedokteran jg dibubarkan dan diganti dng forum diskusi."
HAHAHA... jika tertarik dengan sosok Muhammad Amin klik disini.
Langganan:
Postingan (Atom)